loving u.. 14 pebruari
Pagipagi sekali... tanpa coklat, tanpa setangkai mawar merah... di tangan hampa
Dingin hembusan angin, dan kepala yang berasa pusing setelah terjaga semalaman. Mungkin Cupid telah menancapkan panahnya saat kupalingkan wajah, atau saat kupejamkan mata... semalaman kumenantinya tapi dia tak kunjung tiba, tak kulihat sayapsayapnya, atau kudengar kepakannya... tibatiba kurasa ada rasa yang menyeruak di selasela sendi iga, dan terbenam di sana. Masih juga kutak percaya... masihkah ada makna yang tersisa
Pagipagi sekali... tanpa coklat, tanpa setangkai mawar merah... aku masih terjaga
Malam ini aku tersesat... tak bisa kembali ke negeri mimpi, tempat kedamaian dan ketenangan, di mana kutemukan kunangkunang dan bintangbintang... di sini kuterseret arus waktu, yang olehnya kutemukan lelah dan resah, ragaku masih saja terjaga tanpa bisa merasa
Bintangbintang masih menari... ada kupukupu yang juga menari, tapi tanpa kunangkunang
Kepakan sayapnya lambat membelah udara, warnanya begitu indah, dan dia tertawa. Sontak ragaku berdiri kaku, membiru buluhbuluh nadiku, sorot mataku layu memandangnya ragu, mengalun merdu suarasuara di gendang telingaku: Ya... Cupid pasti telah datang! Melalui kupukupu itu...
Untukmu Kupukupuku...
Happy Valentine
santopay, 14 pebruari ‘05
loving u...
Dingin hembusan angin, dan kepala yang berasa pusing setelah terjaga semalaman. Mungkin Cupid telah menancapkan panahnya saat kupalingkan wajah, atau saat kupejamkan mata... semalaman kumenantinya tapi dia tak kunjung tiba, tak kulihat sayapsayapnya, atau kudengar kepakannya... tibatiba kurasa ada rasa yang menyeruak di selasela sendi iga, dan terbenam di sana. Masih juga kutak percaya... masihkah ada makna yang tersisa
Pagipagi sekali... tanpa coklat, tanpa setangkai mawar merah... aku masih terjaga
Malam ini aku tersesat... tak bisa kembali ke negeri mimpi, tempat kedamaian dan ketenangan, di mana kutemukan kunangkunang dan bintangbintang... di sini kuterseret arus waktu, yang olehnya kutemukan lelah dan resah, ragaku masih saja terjaga tanpa bisa merasa
Bintangbintang masih menari... ada kupukupu yang juga menari, tapi tanpa kunangkunang
Kepakan sayapnya lambat membelah udara, warnanya begitu indah, dan dia tertawa. Sontak ragaku berdiri kaku, membiru buluhbuluh nadiku, sorot mataku layu memandangnya ragu, mengalun merdu suarasuara di gendang telingaku: Ya... Cupid pasti telah datang! Melalui kupukupu itu...
Untukmu Kupukupuku...
Happy Valentine
santopay, 14 pebruari ‘05
loving u...